Bawaslu Kota Mataram Ajak Siswa Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara

Pada hari Jumat, 19 Januari 2023 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMAN 7 Mataram sebagai bagian dari program Indeks Masyarakat Toleran Beragama dan Berkeadilan (Imtaq). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam proses pemilihan umum serta menekankan penolakan terhadap politik uang dan politisasi SARA.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WITA di aula sekolah, dihadiri oleh siswa-siswi SMAN 7 Mataram dan beberapa pengajar. Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Bawaslu Kota Mataram, yang menjelaskan tujuan dan manfaat dari kegiatan sosialisasi Imtaq. Para siswa disambut dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti kegiatan ini.

Narasumber dari Bawaslu Kota Mataram memberikan presentasi mengenai pengawasan partisipatif dalam pemilihan umum. Mereka menjelaskan bagaimana masyarakat, terutama generasi muda, dapat berperan aktif dalam menjaga keadilan dan integritas pemilu.

Materi berikutnya fokus pada penolakan terhadap politik uang. Narasumber menjelaskan dampak negatif politik uang terhadap demokrasi dan menekankan pentingnya menjaga independensi pemilihan umum dari pengaruh finansial.

Sesi terakhir mencakup politisasi SARA, di mana siswa diingatkan tentang bahaya membiarkan perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan menjadi alat politik. Mereka didorong untuk memainkan peran dalam menolak praktik tersebut.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi, di mana siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan menyampaikan pandangan mereka. Ini memberikan kesempatan bagi partisipasi aktif dan pertukaran ide.

Bawaslu Kota Mataram berharap bahwa kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menjalani proses pemilihan umum. Dengan penekanan pada penolakan terhadap politik uang dan politisasi SARA, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan dalam membangun pemilu yang bersih dan demokratis.

Scroll to Top
Scroll to Top